Minggu, 15 Maret 2009

Pelangi Sehabis Hujan


“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera” (Yeremia 29:11)


Nathaniel Hawthorne sangat kecewa. Ia baru saja menerima kabar penggantian jabatan di kantor Bea Cukai Boston, Massachusetts, tempatnya bekerja. Ternyata, ia diberhentikan. Berita buruk itu seakan-akan menggelegar di telingannya. Dunia seolah-olah sudah kiamat. Ia berjalan pulang dengan perasaan bingung dan gundah. Dipelupuk matanya terbayang wajah duka istrinya. Hawthorne semakin gelisah. Hari itu sungguh menjadi hari yang panjang baginya.

Setibanya dirumah, ia menceritakan perihal pemecatannya kepada istrinya. Sang istri dengan tatapan prihatin memeluknya, mengambil sebuah pena dan tinta, lalu meletakan keduanya dimeja dekat perapian.”tidak usah bersedih,” katanya. “kau punya banyak waktu sekarang. Kau bisa mulai menulis.” Empat tahun setelah kejadian memilukan itu Hawthorne menghasilkan sebuah novel yang membuatnya terkenal diseluruh dunia: The Scarlert Secret”

Kegagalan di satu bidang kerap menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan dibidang lain. Kuncinya adalah: Tidak putus asa, Terus Berusaha, dan yang Terutama tetap berpaut pada Tuhan. Sang Sumber Hidup. Jika Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi, tentu ada maksud baik dibalik hal itu.


“Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu untuk membuka pintu yang lain”


(Kin/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar